Advertising

Example floating
Example floating

Bali, Manado dan Jakarta jadi Rujukan Suryani Mile dalam Mengembangkan Pariwisata di Bangkep

Sofyan
Calon Bupati Bangkep Fatiyah Suryani Mile dan Calon Wakil Bupati Bangkep Sudirman Sapat
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGKEP — Calon Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Fatiyah Suryani Mile punya obsesi besar dalam mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Bangkep. Bahkan Cabup nomor urut 3 ini menjadikan Bali, Manado dan Jakarta sebagai rujukan pengembangan destinasi wisata di wilayah maritim tersebut.

Demikian penegasan Suryani Mile pada debat kandidat perdana pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangkep, Rabu (30/10/2024) tadi malam.

IMG-20260829-WA0006

Penegasan satu-satunya kontestan dari keterwakilan perempuan ini berangkat dari pertanyaan moderator Andi Munafri, yang menyebut Touna layak menjadi acuan Bangkep dalam mengembangkan potensi pariwisata.

Baca Juga:  BAP Kasus Korupsi Bansos Bangkep Dinilai Cacat Redaksi: Kuasa Hukum Duga Ada Pertanyaan dan Jawaban Siluman

“Touna (Tojo Una-Una) bukan satu-satunya destinasi wisata yang menjadi rujukan Bangkep. Tapi Bali, Manado dan Jakarta,” kata Suryani Mile.

Baca Juga:  BAP Kasus Korupsi Bansos Bangkep Dinilai Cacat Redaksi: Kuasa Hukum Duga Ada Pertanyaan dan Jawaban Siluman

Secara regular sambung Suryani Mile, Bangkep memiliki koneksitas dengan tiga kota besar itu, dalam hal ini transportasi.

Menurut Suryani Mile ada tiga konsep dalam memajukan pariwisata di Bangkep. Selain kultur, alam juga muatan.

Kabupaten Bangkep memiliki 72 persen wilayah perairan. Sehingga begitu banyak obyek wisata, baik di darat maupun yang berada di laut.

Baca Juga:  BAP Kasus Korupsi Bansos Bangkep Dinilai Cacat Redaksi: Kuasa Hukum Duga Ada Pertanyaan dan Jawaban Siluman

“Potensi wisata alam di Bangkep sangat banyak. Contoh Paisupok, danau Alami, Pulau Tikus, Bangkiriang dan air terjun di beberapa desa. Hal ini kedepan perlu kita rubah menjadi industri wisata,” ucap Suryani Mile. *

Reporter Sofyan Labolo

-->