LUWUK TIMES, Luwuk Timur — Komitmen dan kepedulian Anggota DPRD Kabupaten Banggai dari Fraksi NasDem, Batia Sisilia Hadjar, terhadap kesejahteraan konstituennya kembali dibuktikan secara nyata.
Selama hampir dua pekan, sejak 13 hingga 25 Juli 2026, Ketua DPD Partai NasDem ini turun langsung menggelar safari reses di sejumlah desa se-Kecamatan Luwuk Timur untuk menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat dari akar rumput.
Langkah responsif ini diambil Batia menjelang momentum krusial pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2026.
Ia menegaskan bahwa masukan dari masyarakat desa harus menjadi fondasi utama dalam perumusan arah kebijakan anggaran daerah.
“Badan Anggaran DPRD bersama TAPD akan segera menggodok Perubahan APBD 2026. Saya ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di Luwuk Timur,” tegas Batia.
Sambutan Hangat dan Harapan Besar Warga Desa
Kehadiran Batia di tengah-tengah warga disambut hangat oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kelompok tani.
Di Desa Indang Sari, Kepala Desa Oknis Derianto Monggesang secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Batia yang selalu membuka ruang dialog langsung.
Dalam tatap muka tersebut, warga mengutarakan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari pembenahan jalan desa, akses jalan tani, pemenuhan air bersih, hingga penyediaan fasilitas pendukung sektor pertanian.
Aspirasi serupa menggema di Desa Lontos dan Desa Baya. Warga mengeluhkan kondisi jalan akses utama yang rusak parah dan mendesak adanya perbaikan infrastruktur jalan.
Selain itu, perbaikan sarana prasarana sekolah (SD dan SMP) serta program penguatan sektor pertanian dan perkebunan menjadi jeritan utama masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami Tidak Akan Berhenti Memperjuangkan!”
Mendengar langsung keluh kesah masyarakatnya, Batia Sisilia Hadjar menegaskan komitmen moral dan politiknya untuk mengawal seluruh masukan tersebut hingga ke tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis maupun pemangku kebijakan di Pemkab Banggai.
Khusus untuk persoalan akses jalan yang banyak dikeluhkan, Batia menekankan bahwa dirinya tidak akan pernah lelah menyuarakan dan mengawal perbaikan fasilitas umum tersebut sampai terealisasi.
“Persoalan jalan ini sebetulnya sudah berulang kali kami suarakan di forum-forum resmi DPRD. Namun, perjuangan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Aspirasi warga Lontos, Baya, Indang Sari, dan desa lainnya akan terus kami dorong kembali agar menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ujar Batia mantap. *
