Advertising

Example floating
Example floating

Sentuh Masyarakat Bawah, Proyek ‘Berani Lancar’ Tontouan Dikebut Hingga Tembus 56 Persen

Sofyan
Rekonstruksi jalan Tontouan-Air Terjun Mokokawa, Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Foto Luwuk Times)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, BANGGAI — Janji politik pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid dan Renny Lamadjido, kini dirasakan langsung oleh masyarakat tingkat tapak.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, program prioritas “Berani Lancar” terbukti nyata membenahi infrastruktur di pedesaan, salah satunya di Kabupaten Banggai.

IMG-20260829-WA0006

Tahun 2026 ini, fokus pengerjaan menyasar rekonstruksi jalan sepanjang 7,8 kilometer yang menghubungkan Desa Tontouan dengan objek wisata Air Terjun Mokokawa, Kecamatan Luwuk.

Langkah ini digadang-gadang bakal memutus isolasi wilayah sekaligus memicu konektivitas ekonomi dan pariwisata daerah.

Proyek senilai Rp6,7 miliar dari dana APBD I Sulteng tersebut digarap oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Sulteng melalui pelaksana CV Tomori Karya Mandiri.

Baca Juga:  Irjen Pol Nasri Sulaeman Resmikan Polresta Banggai dan Polres Balut di Luwuk

Berdasarkan pantauan Luwuk Times di lapangan pada Rabu (2/9/2026), aktivitas pengerjaan Lapis Pondasi Atas (LPA) dan perapian jalan tengah dikebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hamsan, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik terus menunjukkan tren positif.

Dari total 7,8 kilometer jalan yang direkonstruksi, sepanjang 1 kilometer di antaranya akan dilapisi aspal hotmix.

“Progresnya sudah melampaui 56 persen. Pengerjaan LPA selesai, kini bersiap masuk ke tahap pengaspalan dan pembenahan bahu jalan,” ujar Hamsan.

Optimisme serupa disampaikan Penanggung Jawab Lapangan CV Tomori Karya Mandiri, I Putu Adi Wiranata.

Pihaknya menargetkan lonjakan progres yang signifikan begitu pengaspalan dimulai.

“Progres kami sudah mendekati 57 persen. Dalam waktu dekat, pengaspalan sepanjang 1 kilometer akan berjalan. Jika aspal rampung, bobot pengerjaan langsung melonjak di atas 80 persen. Dengan sisa waktu dua bulan lebih, kami optimistis seluruh target kontrak rampung tepat waktu,” tegas Putu.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Salurkan Sembako di Luwuk, Bunta dan Nuhon

Ubah Wajah Desa dan Dongkrak Wisata

Kehadiran program “Berani Lancar” disambut sukacita oleh warga lokal. Kepala Desa Tontouan, Sumitro Aliwu yang akrab disapa Bagong mengungkapkan bahwa proyek ini benar-benar mengubah wajah desanya yang dulunya terisolir menjadi lebih terbuka dan dinamis.

Menurut Bagong, ketersediaan jalan yang layak sangat vital untuk memangkas jarak dan waktu tempuh.

Hasil komoditas pertanian dan perkebunan warga kini bisa diangkut lebih cepat ke ibu kota kabupaten untuk mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif.

Baca Juga:  Bupati Banggai Terbitkan Surat Edaran Pengendalian LPG 3 Kg, Pelanggar Kena Sanksi

Tak hanya sektor pertanian, potensi pariwisata yang selama ini tersembunyi pun mulai terangkat.

“Dulu orang enggan ke Air Terjun Mokokawa karena jalannya rusak parah. Sekarang setelah diaksesnya makin mudah, pengunjung mulai ramai berdatangan,” kata Bagong saat ditemui Luwuk Times, Kamis (3/9/2026).

Bagong pun menyampaikan rasa terima kasih mewakili warganya atas program yang dinilainya tepat sasaran tersebut.

“Program ‘Berani Lancar’ ini benar-benar menyentuh masyarakat paling bawah. Inilah yang dibutuhkan warga. Kami berharap program nyata seperti ini terus dilanjutkan agar makin banyak masyarakat kecil yang merasakan manfaatnya,” tutupnya. *

Reporter Setiyo Utomo

-->