Advertising

Example floating
Example floating

Polisi Evakuasi Mayat Mengapung di Pantai Dimpalon Baru Kecamatan Kintom Banggai

Sofyan
Polisi saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di pantai Dimpalon Baru Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai Banggai.
Polisi saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di pantai Dimpalon Baru Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai Banggai.
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES — Warga sekitar Pantai Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Banggai, dikejutkan dengan penemuan mayat pria Manula (Manusia Lanjut Usia), bernama Lutfie Dae (70) warga Kelurahan Sisipan, Batui, Jumat, (20/2/2026), sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut keterangan dua anak sebagai orang pertama yang menemukan yakni A (7) dan I (8), pada saat itu mereka sedang bermain dan mandi dipinggir pantai.

IMG-20260829-WA0006

Sementara berjalan dibibir pantai, mereka melihat sesosok mayat dalam keadaan mengapung. Karena kaget kedua anak langsung melaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Camat Pagimana, Meylinda Djafar Nahkodai Desa Siuna Hingga Pilkades 2027

Polsek Kintom yang tiba di lokasi segera mengamankan TKP dan mengevakuasi korban. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kondisi korban mengeluarkan darah dari hidung dan mata. Pecah pembuluh darah,” sebut Kapolsek Kintom, AKP Muh. Zulfikar.

Baca Juga:  Sentuhan CSR PT PAU Ubah Hasil Panen Banggai Jadi Produk Premium

Sementara itu, keterangan dari anak korban yakni Muhdar Dae (35) bahwa pada Kamis (19/2) sekitar jam 21.00 Wita bertempat di camp PT. Kurnia Luwuk Sejati di Desa Dimpalon Baru, ia mendapati korban sudah tidak berada didalam rumah tersebut.

“Saksi langsung melakukan pencarian sampai pada Jumat siang. Hingga Sore harinya ayahnya ditemukan. Menurut keluarga, korban sering keluar rumah dan mempunyai riwayat sakit stroke,” ujar Kapolsek.

Baca Juga:  Menembus Ombak demi Senyum Warga: Dedikasi Tanpa Batas Puskesmas Pagimana di Desa Kepulauan

Keluarga korban menolak untuk autopsi terhadap jenazah, yang kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Meskipun demikian proses penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian,” pungkas Zulfikar. *

-->