Advertising

Example floating
Example floating

Kisah Nyata yang Menggema Seperti Malin Kundang, Pemuda di Batui Aniaya Ibu Kandung

Sofyan
Pemuda di Batui pelaku penganiayaan ibu kandung (tengah) diamankan polisi
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES — Sebuah peristiwa memilukan kembali mengguncang nurani masyarakat. Seorang pemuda berinisial KS (28) diamankan aparat Polsek Batui setelah melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri pada Rabu (15/4/2026).

Pelaku ditangkap di kediaman tantenya di Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui, tak lama setelah korban melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya.

IMG-20260829-WA0006

Berdasarkan keterangan, KS yang berada di bawah pengaruh minuman keras, meluapkan emosi dengan memukul wajah ibunya secara berulang kali hingga menyebabkan luka robek bagian pelipis.

Baca Juga:  Aksi Residivis di RTH Lalong Luwuk: Dari Pesta Miras, Tarik Kabel Taman, Hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Kapolsek Batui, Teguh Pria Adjisaka, mengungkapkan bahwa insiden bermula dari percekcokan keluarga yang memicu kemarahan pelaku.

“Pelaku tersulut emosi setelah terjadi pertengkaran, hingga akhirnya melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban,” ujarnya.

Peristiwa ini seakan menjadi cermin nyata dari kisah legendaris Malin Kundang seorang anak durhaka yang dikutuk karena menyakiti hati ibunya.

Jika dalam cerita rakyat sang anak berubah menjadi batu, maka dalam realitas kehidupan, konsekuensi datang dalam bentuk hukum dan penyesalan yang tak mudah terhapus.

Baca Juga:  Jejak Gelap ASN Luwuk: Dari Balik Jeruji Kembali Lagi ke Bisnis Haram

Di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai penghormatan terhadap orang tua seharusnya tetap menjadi fondasi utama kehidupan.

Tindakan kekerasan dalam rumah tangga, terlebih terhadap orang tua sendiri, bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga meruntuhkan nilai kemanusiaan dan budaya.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut di Polsek Batui.

Baca Juga:  Tim Hukum VM Melawan, Tuntutan Jaksa Luwuk Dinilai Abaikan Fakta Sidang dan Tindas Hak Terdakwa

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menyelesaikan konflik keluarga dengan kepala dingin serta menjauhi konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu tindak kriminal.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa amarah sesaat dapat menghancurkan hubungan paling sakral dalam hidup hubungan antara anak dan ibu. Sebuah pelajaran pahit yang seharusnya tak perlu terulang. *