Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
LUWUK TIMES, BANGGAI — Persiapan Kabupaten Banggai menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali diwarnai kabar mengejutkan.
Di saat batas waktu penyerahan proposal kebutuhan anggaran kian mepet, mayoritas cabang olahraga (cabor), termasuk cabor-cabor unggulan malah belum menyerahkan berkasnya ke KONI Kabupaten Banggai.
Sekretaris KONI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun, mengungkapkan bahwa dari total 26 cabor yang ada, baru delapan Pengurus Kabupaten (Pengkab) yang responsif dan mematuhi instruksi penyerahan dokumen. Kedelapan cabor tersebut adalah, Paralayang, Karate, Catur, Panjat Tebing, Tinju, Bola Voli, Balap Motor dan Biliar
Ironisnya, deretan cabor yang belum menyerahkan proposal justru didominasi oleh cabor-cabor yang selama ini menjadi lumbung medali dan andalan Kontingen Banggai.
Beberapa cabor yang terkesan slow response ini di antaranya renang, atletik, taekwondo, tenis meja, petanque, kickboxing, hingga futsal.
Sikap lamban ini memicu spekulasi dan kekhawatiran internal. Muncul indikasi bahwa kelambatan ini merupakan bentuk gerakan yang berpotensi menggembosi kekuatan kontingen Banggai jelang ajang olahraga terbesar di Sulteng tersebut.
“Batas waktu yang kami berikan sampai dengan 14 September 2026. Jika lewat, maka silakan cabor memasukannya langsung ke Ketua KONI Banggai,” tegas Sugiarto saat ditemui di Sekretariat KONI Banggai, Kamis (10/09/2026).
Dengan tenggat waktu yang menyisakan empat hari lagi, cabor-cabor yang belum melengkapi administrasi dipastikan akan mendapatkan perhatian khusus (atensi).
Kecepatan dan kepatuhan Pengkab cabor kini berada di bawah pantauan langsung Ketua Umum KONI Banggai, Amirudin.
Apakah Pengkab yang abai bakal menerima punishment berat, atau justru ada evaluasi mendasar bagi kepengurusan yang dinilai memperlambat langkah kontingen? Jawabannya akan ditentukan setelah tenggat 14 September mendatang. *










