Advertising

Example floating
Example floating

KONI Banggai Coret Atlet Non-Potensial, Sugiarto Djanun: Fokus Kita Prestasi dan Medali, Bukan Rombongan Hore

Sofyan
Sekretaris KONI Banggai Sugiarto Djanun
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – Kontingen Kabupaten Banggai siap tampil all out dan memasang target tinggi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah di Morowali Tahun 2026.

Tidak tanggung-tanggung, Banggai bakal menerjunkan kekuatan besar sebanyak 518 personel yang telah lolos verifikasi ketat.

IMG-20260910-WA0000

Angka tersebut mencakup 80,06 persen dari total 647 orang yang diusulkan sebelumnya.

Rincian kontingen terverifikasi ini terdiri dari 354 atlet, 114 official, serta 50 pengurus kontingen yang akan bertanding di 27 cabang olahraga (cabor).

Sejumlah cabor menjadi tumpuan dengan menerjunkan skuad gemuk, seperti atletik (25 atlet), voli indoor (24 atlet), basket 5×5 (24 atlet), karate (22 atlet), taekwondo (21 atlet), pencak silat (20 atlet), hingga akuatik/OWS (20 atlet).

Baca Juga:  Bantuan PANADA Mengalir ke Banggai, Bupati Amirudin Apresiasi Kepedulian Gubernur Sulteng

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Banggai, Sugiarto Djanun, menegaskan bahwa pemangkasan jumlah usulan ini merupakan bagian dari strategi rasionalisasi.

KONI Banggai hanya ingin memberangkatkan atlet yang benar-benar berpotensi menyumbang medali, bukan sekadar melengkapi kuota.

“Jangan hanya jadi tim hore! Kita harap dengan tim yang minim, tapi hasilnya bisa maksimal,” tegas Sugiarto Djanun saat diwawancarai.

Menurut Sugiarto, rekam jejak prestasi lokal, regional, hingga nasional, serta hasil Porprov 2022 menjadi tolok ukur utama dalam menentukan kelayakan atlet. KONI tidak ingin memberangkatkan atlet tanpa perhitungan matang.

Baca Juga:  Tatap Porprov Sulteng, PBVSI Banggai Kumpulkan Pelatih dan Agendakan Uji Tanding Luar Daerah

“Bagaimana atlet kita adalah atlet yang punya potensi medali. Cara melihatnya dari hasil 2022, lalu kita lihat juga prestasi lokal, regional, dan nasionalnya. Anggaran itu mengikuti kuota, tapi fokus utama kami ada pada prestasinya,” lanjutnya.

Terkait dukungan finansial, usulan awal anggaran kontingen beserta bonus atlet berada di angka Rp11 miliar lebih. Namun, dari hasil verifikasi pertimbangan realistis, kebutuhan anggaran disesuaikan menjadi sekitar Rp9 miliar lebih.

Meskipun rasionalisasi anggaran berpotensi memangkas alokasi hingga setengahnya, Sugiarto optimistis hal tersebut tidak akan mengganggu peta kekuatan atlet di lapangan.

“Setengah pun masih bisa, yang penting cabornya tidak terpangkas. Cabor harus mampu meyakinkan ketua kontingen yang nantinya dibantu oleh Tim 9,” jelas Sugiarto.

Baca Juga:  Ujian Berat Sang Juara Bertahan, Sekda Banggai Ramli Tongko Siap Tempur di Porprov Morowali

Guna mematangkan persiapan, KONI Banggai bergerak cepat membentuk struktur kontingen resmi yang disahkan langsung oleh Ketua KONI Banggai.

“Saya ambil langkah segera untuk membentuk kontingen karena di dalamnya sudah include Tim 9. Sehari atau dua hari ini sudah akan dibentuk Kontingen Banggai. Ada sekitar 40 sampai 50 orang personel kontingen dengan 8 bidang kerja,” pungkasnya.

Dengan skuad yang telah teruji dan persiapan yang kian matang, Kabupaten Banggai optimistis tidak hanya meramaikan persaingan di Morowali, tetapi juga membawa pulang deretan medali emas demi mengharumkan nama daerah. *

-->