Advertising

Example floating
Example floating

Di Tangan Amirudin dan Furqanuddin Periode Pertama, APBD Kabupaten Banggai Tertinggi se Sulteng

Sofyan
Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Banggai, Luwuk Times— Adalah wajar jika rakyat Kabupaten Banggai masih memberi kepercayaan buat Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (AT-FM) untuk memimpin daerah ini sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode ke dua.

Meski hanya 3 tahun lebih memimpin Banggai (periode pertama), namun beragam gebrakan yang keduanya mampu torehkan.

IMG-20260829-WA0006

Salah satu yang paling spektakuler yakni data terbaru dari Kementerian Keuangan RI menunjukkan, Kabupaten Banggai menempati posisi teratas dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi tahun 2025,

Baca Juga:  Efek Domino Markas PWB: Kala Bupati Banggai Amirudin Hadir, Emak-Emak Halmahera Kecipratan Rezeki

Berdasarkan laporan resmi dari laman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan hingga Mei 2025, Kabupaten Banggai mencatat pendapatan daerah sebesar Rp3,071 triliun, dengan belanja daerah mencapai Rp3,256 triliun.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

Capaian angka ini sekaligus menempatkan Kabupaten Banggai sebagai daerah dengan kemampuan fiskal terbesar se Sulteng. Hal itu mengungguli Kota Palu (ibukota Sulteng) dan seluruh kabupaten lain.

Prestasi AT-FM yang pada Senin 2 Juni 2025 ini kembali dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banggai periode 2025-2030, tak mampu diikuti kabupaten saudaranya.

Baca Juga:  Misi Pertahankan Tahta Porprov, Bupati Amirudin Pimpin Langsung Strategi Kontingen Banggai

Kabupaten Banggai Laut justru berada pada posisi paling buntut. Wilayah hasil pemekaran Kabupaten Banggai Kepulauan itu, hanya mampu mengumpulkan pendapatan daerah sebesar Rp774 miliar, dengan belanja daerah Rp775 miliar. Nilai ini menjadi yang terendah dari 13 kabupaten/kota se Sulteng.

-->