Advertising

Example floating
Example floating

Kurangi Limbah, DLH Banggai Siapkan Dua Mesin Pencacah Sampah Organik

Sofyan
Mesin Pencacah Sampah Organik. [Foto Andika Kasimun Luwuk Times]
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK, Luwuk Times – Pemerintah Kabupaten Banggai terus mengupayakan solusi dalam menangani permasalahan sampah organik di wilayahnya.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang di pimpin oleh Judi Ammy Amisudin, Pemkab Banggai menghadirkan dua unit mesin pencacah sampah organik.

IMG-20260829-WA0006

Alat ini sebagai bagian dari strategi pengelolaan limbah berkelanjutan pada tahun 2025.

Baca Juga:  Dendam Terbalas Manis! Tumbangkan Parimo, Voli Putra Banggai Segel Emas Popda XXIV Sulteng
Kabid Pengelolahan Sampah DLH Banggai Fachrudin Lasadam [Foto : Andika Kasimun]

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Banggai, Fahruddin Lasadam, menjelaskan bahwa mesin pencacah ini akan membantu mengolah sampah organik menjadi pakan maggot.

“Alat ini mencacah sampah organik menjadi ukuran tertentu, sehingga dapat ber manfaat sebagai pakan bagi maggot,” ujar Fahruddin Pada Luwuk Times Senin, 10 Maret 2025.

Baca Juga:  Gonjang-Ganjing Porprov Sulteng di Morowali Berakhir Lega, Banggai Langsung Geber Persiapan

DLH Banggai telah menganggarkan dua unit mesin pencacah pada tahun ini dan akan menempatkannya di rumah maggot yang berlokasi di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Bunga, Luwuk Utara.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber pakan alami bagi maggot.

Baca Juga:  Langkah Sempurna, Tim Bola Voli Putra Banggai Tumbangkan Donggala

Dengan langkah ini, Pemkab Banggai berharap dapat mendukung sektor peternakan dan pertanian berkelanjutan di daerah tersebut.

Dengan inovasi ini, di harapkan pengelolaan sampah di Banggai semakin efektif serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.*

Reporter Andika Kasimun

-->