Advertising

Example floating
Example floating

Pengakuan Petani Desa Tongkonunuk Pagimana: SJSP Tingkatkan Ekonomi 1 Kampung

Sofyan
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI— Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) terus mendapat respon positif dari warga. Salah satu program andalan Amirudin Tamoreka-Furqanuddin Masulili (AT-FM) ini dinilai sangat memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, utamanya kalangan bawah.

Om Enang, petani asal Desa Tongkonunuk Kecamatan Pagimana mengaku bahwa program SJSP tak hanya memberinya faedah. Akan tetapi warga satu kampung (Desa Tongkonunuk) juga merasakan hal serupa.

IMG-20260829-WA0006

“Ini bukan sebuah pertanyaan. Tapi sebuah pernyataan bahwa benarlah, Satu Juta Satu Pekarangan saya merasakan (dampak peningkatan ekonomi) itu. Dan satu kampung juga merasakan,” ucap Om Enang.

Baca Juga:  Terbengkalai Akibat Alih Status, Warga Salodik Turun Tangan Tambal Tanjakan Lumba-Lumba Pakai Uang Swadaya

“Bahkan bukan cuma satu juta satu pekarangan, mungkin berjuta-juta satu pekarangan,” tambah dia.

Terkait penafsiran bahwa SJSP itu dalam bentuk materi atau uang juga ia luruskan.

“Cuma penafsiran tentang satu juta satu pekarangan program itu yang keliru. Mereka menganggap satu juta satu pekarangan itu satu-satu pekarangan ambil satu juta,” kata Om Enang.

Baca Juga:  Menembus Ombak demi Senyum Warga: Dedikasi Tanpa Batas Puskesmas Pagimana di Desa Kepulauan

Sesi tanya jawab kampanye tatap muka bersama paslon AT-FM itu, petani Desa Tongkonunuk ini turut memberi contoh keberhasilan dari program SJSP.

“Dengan SJSP produksi bawang meningkat tajam. Hitungan awal kami bisa menghasilkan 10. Eh, ternyata bisa sampai 12, bahkan 13 bulir bawang itu,” ucapnya.

Mewakili petani Desa Tongkonunuk, ia berharap kedepan adanya program pembinaan peningkatan SDM petani. Sehingga berbekal ilmu yang diperoleh, maka pendapatan ekonomi petani terus bertambah.

Baca Juga:  Menembus Malam demi Kesehatan Warga Kepulauan di Pagimana Banggai

“Saya mewakili petani yang ada di Tongkonunuk melihat dalam skala prioritas. Kita punya lahan banyak, nah yang kita butuhkan ilmu-ilmu yang diturunkan ke bawah, untuk supaya bagaimana caranya mengelola tanah. Lagi pula kita ada sudah ada kayak alat modern,” katanya. *

https://youtu.be/L9OWI_q7zZY?si=azXYypU6RtyZ1ql8

-->