Advertising

Example floating
Example floating

Dinas PUPR Banggai Bangun Baru Empat Kantor Kecamatan

Sofyan
Kabid Penataan dan Infrastruktur Permukiman Dinas PUPR Banggai, I Putu Jati Arsana
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Banggai, Luwuk Times— Tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai akan bangun baru empat kantor kecamatan. Keempat infrastruktur itu adalah, kantor Kecamatan Luwuk, Toili, Balantak dan Bunta.

“Rata-rata bangunannya lama. Sehingga tahun ini kantor kecamatan itu bangun baru,” kata Kabid Penataan dan Infrastruktur Permukiman Dinas PUPR Banggai, I Putu Jati Arsana, kepada Luwuk Times, Selasa (20/05/2025).

IMG-20260829-WA0006

Untuk besaran anggaran pembangunan kantor Camat juga ia sampaikan.

Baca Juga:  Asa Baru Kawasan 'Kepala Burung' Banggai: Program 'Berani Lancar' Kucurkan Rp67 Miliar Bebaskan Warga dari Kubangan Lumpur

“Karena bangunannya bertingkat, maka kantor Kecamatan Luwuk anggarannya Rp3,7 miliar. Sedang tiga kantor kecamatan lainnya masing-masing Rp1,8 miliar,” kata Jati.

Pembangunan kantor kecamatan menjadi skala prioritas Pemda Banggai. Hal itu seirama dengan obsesi Bupati Banggai H. Amirudin dalam memaksimalkan pelayanan publik.

“Kami dukung dengan obsesi pak Bupati bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, sarana dan prasarana harus siap. Termasuk kantor kecamatan,” tegas Jati.

Baca Juga:  Manasik Haji Calon Haji 2027 Pertemuan Ke-5 Digelar di Luwuk

Kendala

Tahun ini empat kantor kecamatan itu akan dibangun. Hanya saja, Jati tak menampik bahwa ada beberapa kendala yang akan mereka hadapi.

Salah satunya menyangkut durasi waktu pekerjaan.

Menurut Jati, idealnya pembangunan infrastruktur ini butuh waktu 7 bulan. Namun setelah secara teknis mereka menghitungnya, limit waktu yang tersedia hanya 6 bulan.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Perbaikan, Dinas PUPR Banggai Sulap Irigasi D.I. Piondo Jadi Sistem Modern

Kendala lain yang turut berpengaruh sebut Jati, menyangkut musim penghujan, material langka dan minimnya tenaga kerja.

“Memang dari sisi waktu tidak ideal lagi. Tapi belajar dari pengalaman, kami sounding dengan para penyedia material. Termasuk masalah tenaga kerja. Semoga kendala itu bisa kami atasi,” ucap Jati optimis. *

Sofyan Labolo

-->