Advertising

Example floating
Example floating

Kesal hanya Punya Satu Guru dan Kepsek Jarang Masuk, Orang Tua Siswa SDN Tampe Pagimana Ancam Palang Sekolah

Sofyan
Ilustrasi para siswa SD. (Foto istimewa)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

PAGIMANA, LUWUK TIMES – SDN Tampe Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai bakal berpolemik panjang.

Betapa tidak orang tua siswa mengancam akan melakukan aksi pemalangan sekolah tersebut.

IMG-20260829-WA0006

Kekesalan itu berangkat dari sekolah yang berada pada wilayah kepulauan tersebut hanya punya satu tenaga pengajar.

Terlebih lagi Kepala SDN Tampe sering absen, sehingga sekolah itu terkesan tidak mendapat perhatian.

Ancaman akan melakukan aksi pemalangan itu langsung dilontarkan orang tua siswa.

Baca Juga:  Menembus Ombak demi Senyum Warga: Dedikasi Tanpa Batas Puskesmas Pagimana di Desa Kepulauan

“Kami berniat akan melakukan aksi protes, dengan melakukan pemalangan pintu gedung sekolah,” tegas Jhony Mokoagow yang merupakan orang tua siswa.

Baca juga : Miris, Siswa SDN Tampe Pagimana hanya Diajari Satu Guru, Kepsek Sering Absen dan tak Punya Pagar Sekolah

Ia mengatakan, mestinya Kepsek aktif. Dengan begitu dapat membackup tenaga pengajar yang hanya ada satu orang.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Camat Pagimana, Meylinda Djafar Nahkodai Desa Siuna Hingga Pilkades 2027

Yang terjadi malah, Kepsek sering absen. Akibatnya, satu tenaga pengajar tidak maksimal dalam memberikan pelajaran kepada 18 siswa SDN Tampe.

Karena kondisi ini sudah terjadi sejak lama dan tidak mendapat perhatian, sehingga solusinya tekan Jhony adalah melakukan pemalangan sekolah.

“Terus terang kami sebagai orang tua siswa sangat kecewa. Anak kami rajin masuk sekolah, tapi malah gurunya jarang masuk,” ucap Jhony.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

Tak hanya mengancam melakukan aksi palang sekolah, para orang tua siswa juga berniat melaporkan kondisi ini pad Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai.

“Kami juga orang tua berencana akan ke kantor Dinas pendidikan. Kami akan mempertanyakan dan melaporkan persoalan yang sesungguhnya yang terjadi pada SDN Tampe,” kata Jhony. *

Anto Yasin

-->