Camat Pagimana Sidak APMS, Ingatkan Petugas Nozel Bekerja Sesuai Ketentuan

Sofyan
Camat Pagimana Wahyudin Sangkota sidak APMS, Rabu (16/09/2026). (FOTO: Anto Yasin Luwuk Times)
A-AA+A++

Luwuk Times, Pagimana — Pemerintah Kecamatan Pagimana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke APMS Pagimana pada Rabu (16/09/2026), saat berlangsungnya penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kepada masyarakat.

Sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan dan proses penyaluran BBM di lapangan.

Camat Pagimana, Wahyudin Sangkota, mengingatkan petugas APMS agar menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pihak Pertamina.

Menurutnya, pemerintah kecamatan memiliki fungsi pengawasan terhadap aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

“Bekerjalah sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pihak Pertamina. Kami pemerintah hanya sebagai pengawas dalam aktivitas pelayanan masyarakat,” ujar Wahyudin.

Ia juga menyoroti adanya kondisi ketika pembeli datang membawa jerigen dalam jumlah banyak dan kemudian diberikan kebijakan untuk melakukan pengisian BBM.

Baca Juga:  Terbengkalai Akibat Alih Status, Warga Salodik Turun Tangan Tambal Tanjakan Lumba-Lumba Pakai Uang Swadaya

Menurutnya, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kadangkala pembeli datang dengan jerigen jumlah yang banyak dan diberikan kebijakan untuk mengisi BBM. Hal itu yang membuat masyarakat menjadi resah,” katanya.

Wahyudin meminta agar kewenangan pelayanan benar-benar berada di tangan petugas pompa atau nozel.

Ia berharap masyarakat kecil mendapatkan pelayanan yang baik, profesional, dan sesuai ketentuan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

“Kami masyarakat kecil berharap bisa diberikan sebuah potret pelayanan yang baik dan profesional. Tidak ada intervensi oleh siapa pun. Jangan pernah takut,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya integritas dan keimanan petugas dalam menjalankan tugas, termasuk menghindari praktik kolusi dalam proses pelayanan BBM.

Baca Juga:  Menembus Ombak demi Senyum Warga: Dedikasi Tanpa Batas Puskesmas Pagimana di Desa Kepulauan

“Yang perlu diingat, ketika Anda tidak takut, masih ada satu yang harus dijaga, yaitu keimanan yang kuat dari petugas itu sendiri. Karena biasanya yang terjadi adalah kolusi dalam petugas nozel itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Wahyudin, petugas nozel harus menjadi benteng utama dalam menjaga pelayanan dan penyaluran BBM agar tetap berjalan sesuai aturan.

“Harus menjadi patron, benteng pertahanan. Kalau kita mampu melakukan itu, maka petugas nozel akan bekerja dengan baik. Tetapi kalau tidak, di situlah sumber masalah,” katanya.

Ia menambahkan, sistem yang baik tidak akan menghasilkan pelayanan yang baik apabila tidak dijalankan oleh orang-orang yang memiliki integritas.

Sebaliknya, sistem yang memiliki kekurangan masih dapat berjalan dengan baik apabila dilaksanakan oleh petugas yang jujur dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Kena Sanksi Pembinaan Pertamina, Pasokan Pertalite APMS Pagimana Dihentikan Sementara

“Jadi kembali kepada petugas nozel, sehingga pasokan BBM baik dan berjalan dengan lancar, tidak ada sanksi lagi dari Pertamina serta perekonomian dan aktivitas warga dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Camat Pagimana menitipkan pesan kepada Rony Katili, selaku penanggung jawab di lapangan, agar pelayanan kepada masyarakat terus diperbaiki dan setiap pelayanan yang tidak sesuai ketentuan tidak diberikan.

“Kami titipkan salam hormat rakyat kepada petugas APMS. Tolong dijaga pelayanan. Yang tidak rasional lagi tidak usah dilayani, walaupun ada tekanan apa pun. Laporkan,” tegas Wahyudin. *

Reporter Anto Yasin

Pos Terkait