Kajian Keempat H. Iswan Kurnia Hasan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk: Mengungkap Keagungan Ibadah Tarawih di Bulan Ramadhan

oleh -379 Dilihat
oleh
Ustad Iswan Kurnia Hasan memberi kajian kepada para jamaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES — H. Iswan Kurnia Hasan kembali memberi kajian bada Shalat Subuh kepada para jamaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk Minggu (22/02/2026).

Dalam ceramahnya, Iswan mengupas secara mendalam tentang keagungan Ramadhan dan keistimewaan shalat tarawih yang kerap dipandang sebelah mata.

Tarawih: Sunnah yang Penuh Ampunan

Haji Iswan menjelaskan, shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang tidak pernah diwajibkan. Namun justru di situlah letak keistimewaannya.

Dalam riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

“Puasa hukumnya wajib, tetapi tarawih adalah sunnah yang penuh kemuliaan. Jangan pernah meremehkan tarawih,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena berkurangnya jamaah masjid seiring berjalannya malam-malam Ramadhan. Padahal, bisa jadi di antara malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga:  Tarawih, Puasa, dan Zakat Satu Paket: Pesan Masran Abajia di Malam ke-18 Ramadhan Masjid Agung An-Nuur Luwuk

Dari Qiyamul Lail Menjadi Tarawih

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa istilah “tarawih” tidak secara langsung disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai shalat malam (qiyamul lail), yakni shalat sunnah yang dikerjakan setelah Isya hingga sebelum Subuh, biasanya dua rakaat-dua rakaat dan ditutup witir.

Lalu dari mana istilah tarawih berasal? Secara bahasa, tarawih berarti “banyak istirahat.”

Dahulu Rasulullah SAW melaksanakan shalat malam dengan bacaan yang sangat panjang.

Bahkan disebutkan pernah membaca tujuh surah panjang dalam satu malam saat kondisi sakit.

Karena panjangnya rakaat, para sahabat beristirahat sejenak setiap selesai dua rakaat. Dari kebiasaan itulah muncul istilah tarawih.

Sejarah Awal Tarawih Berjamaah

Baca Juga:  Bupati Banggai Amirudin Siapkan 20 Juta untuk Jamaah Masjid Agung Annur Luwuk Setiap Pekan

Pada awalnya, Rasulullah SAW melaksanakan shalat malam sendirian di Masjid Nabawi.

Namun para sahabat kemudian mengikuti beliau hingga menjadi jamaah.

Peristiwa itu terjadi beberapa malam berturut-turut. Pada malam keempat, Rasulullah tidak keluar rumah.

Rasulullah kata Iswan, kemudian menjelaskan bahwa dirinya khawatir shalat malam tersebut akan diwajibkan kepada umatnya jika terus dilakukan berjamaah secara rutin.

Dari peristiwa inilah menjadi awal sejarah pelaksanaan tarawih di bulan Ramadhan.

Menjelang tujuh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah kembali melaksanakan shalat malam bersama para sahabat.

Manfaat Spiritual dan Kesehatan

Selain sebagai penghapus dosa, qiyamul lail juga diyakini memiliki manfaat kesehatan.

Dalam kajian disebutkan adanya penelitian di Timur Tengah yang mengungkap bahwa mereka yang rutin melaksanakan qiyamul lail hingga usia 60 tahun ke atas memiliki kesehatan jantung yang baik.

Baca Juga:  Latah Maksiat

“Shalat malam bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjaga jasad,” ujar H. Iswan.

Lebih Utama di Masjid

Terkait perdebatan pelaksanaan tarawih sendiri atau berjamaah, H. Iswan menyampaikan bahwa sebagian ulama.

Termasuk dalam mazhab Syafi’i, membolehkan tarawih sendiri dengan syarat memiliki hafalan Alquran yang baik dan mampu menjaga semangat ibadah sepanjang Ramadhan.

Namun bagi kebanyakan umat, melaksanakan tarawih di masjid tetap lebih dianjurkan, terutama untuk menjaga konsistensi dan kebersamaan dalam ibadah.

Kajian tersebut Iswan mengajak agar umat Islam tidak menyia-nyiakan kemuliaan Ramadhan, khususnya shalat tarawih yang meskipun sunnah, memiliki keutamaan luar biasa.

“Jangan sampai masjid semakin sepi di malam-malam Ramadhan. Bisa jadi justru di malam itulah Allah menurunkan ampunan-Nya,” pungkasnya. *

Reporter Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.