Halal haram tidak lagi dipertimbangkan. Alhasil terjadi perilaku yang tidak selayaknya dilakukan yaitu mengorbankan masa depan anak-anak bangsa demi keuntungan pribadi.
Negara dengan sistem kapitalisme sekuler tidak berperan sebagai pengurus rakyat. Negara lalai dalam upaya sungguh-sungguh mencegah kasus ini. Peran negara harusnya mencegah kasus ini, bukan sekedar menghukum pelaku.
Negara seharusnya menjauhkan masyarakat dari tayangan kotor yang dapat merangsang nafsu termasuk cara berpakaian terbuka yang dapat merangsang nafsu bagi yang melihatnya. Sehingga dengan cara itulah kasus ini bisa diselesaikan dari akarnya.
Bukan hanya sekedar menghukumi para pelaku. Negara juga sebagai penanggung jawab rakyat seharusnya mengontrol pendidikan keluarga bahkan kurikulum pendidikan di sekolah agar terwujud generasi yang mampu membedakan baik dan buruk. Serta mampu berperilaku yang baik dan menghindari yang buruk.
Namun, sayang hari ini keluarga hanya fokus membesarkan anak dari segi fisik tapi lupa mendidik karakter dan keimanan generasi. Bahkan, di kehidupan sekarang banyak para ibu yang terpaksa bekerja karena sulitnya ekonomi keluarga, sehingga menyebabkan terlalaikannya peran ibu dalam mendidik generasi.
Kurikulum di negeri ini juga hanya berfokus menghasilkan lulusan yang sukses dibidang pekerjaan dan materi (kapital). Sedangkan, bimbingan dan penanaman nilai-nilai baik termasuk nilai agama sangat minim. Alhasil, lahir generasi yang hanya menjadi pekerja, namun ninim karakter dan akhlak baik. Inilah akibat buruk yang ditanggung ketika negara menerapkan sistem kapitalisme sekuler.
Islam Menuntaskan Masalah Transaksi Seksual Di Bawah Umur
Berbeda dengan Islam. Islam bukan hanya agama yang mengatur tentang ibadah ritual. Namun, Islam memiliki solusi bagi seluruh masalah manusia. Adapun beberapa aturan Islam yang menjadi solusi bagi masalah ini sebagai berikut:
1). Islam memiliki aturan lengkap tentang pergaulan/Sosial (Nizham ijtima’). Islam menjelaskan bahwa manusia diciptakan memiliki hawa nafsu. Namun, nafsu ini tidak akan timbul kecuali jika ada ransangan.
Oleh karena itu Islam memiliki langkah pencegahan agar nafsu tidak liar dan bebas, yaitu dengan memerintahkan perempuan dan laki-laki menutup aurat dan menundukkan pandangan. Negara di dalam Islam juga akan mengatur interaksi perempuan dan laki-laki agar tidak bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, bahkan melarang adanya ikatan sebelum pernikahan (pacaran).
Negara dalam Islam juga melarang segala bentuk tayangan yang merangsang nafsu. Sehingga dari itu masyarakat akan terjaga dari perilaku keji.
2). Islam juga memiliki pengaturan tentang keluarga bahwa salah satu tujuan menikah adalah melahirkan generasi shalih dan shalihah, yaitu generasi yang faham bahwa dunia ini sementara dan tujuannya diciptakan di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah.
Dan bahwa seluruh amal perbuatannya akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hari kiamat. Sehingga dengan pemahaman itu, generasi di dalam Islam akan takut melakukan perilaku keji karena takut pertanggung jawaban di hari akhir.
Atas dasar ini, Islam memberikan pahala sangat besar dan tidak terputus kepada orang tua yang berhasil melahirkan dan mendidik generasi menjadi shalih dan shalihah.
3). Islam juga memiliki aturan tentang pendidikan. Pendidikan di dalam Islam bertujuan untuk melahirkan generasi bertakwa. Sehingga kurikulum Islam dirancang berlandaskan akidah Islam.
Akidah Islam menyakini bahwa dunia ini sementara dan tujuannya diciptakan di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Dan bahwa seluruh amal perbuatannya akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hari kiamat. Kebahagiaan di dalam Islam adalah ketika meraih ridho Allah yang Maha Sempurna.
Sehingga tidak akan kita jumpai orang yang mendewakan keuntungan materi tanpa memperdulikan halal dan haram. Sebab, tujuan hidup dan kebahagian masyarakat yang di didik dengan pendidikan Islam adalah untuk meraih ridho Allah bukan sekedar keuntungan materi.
Baca juga: Indonesia dengan Tiga Masalah Kesehatan, apakah cukup program individu?
4). Semua pengaturan pergaulan, keluarga dan pendidikan dilakukan oleh negara di dalam Islam yang berperan sebagai rain (penanggung jawab rakyat). sehingga negara akan menjaga segala hal yang bisa merusak masyarakat dan menjerumuskan masyarakat kepada perilaku keji.
Negara di dalam Islam juga akan menjamin terpenuhinya kebutuhan keluarga dengan menyedikan lapangan pekerjaan yang memadai bagi kepala keluarga sehingga mampu menafkahi keluarga.
Dengan begitu para ibu bisa menjalankan tugas mendidik generasi dengan maksimal. Negara Islam memahami betul bahwa kepemimpinannya terhadap rakyatnya akan dimintai pertanggung jawaban Allah di hari kiamat.
Sehingga negara tidak akan lalai dalam mengurusi rakyatnya. Bahkan, mencegah masyarakat dari segala potensi keburukan.
Inilah peraturan Islam yang lengkap sehingga mampu mengatasi persoalan manusia. Peraturan Islam yang lengkap ini pernah diterapkan sejak masa Rasulullah saw hingga kepemimpinan Islam terakhir di Turki Utsmani.
Negara seperti ini yang tidak kita jumpai dalam sistem kapitalisme sekuler hari yang meniadakan peran agama dalam kehidupan. Maka, marilah kita menyadari pentingnya memahami Islam dan menerapkannya di kehidupan individu, masyarakat dan negara kita. *















