Advertising

Example floating
Example floating

Ketika Kritik Tak Lagi Dipidana, Tetapi Kekuasaan Tetap Punya Pembela

Sofyan
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Apakah ia masih berani menyampaikan kritik ketika kritik itu bisa mengganggu pekerjaan, jabatan, proyek atau aksesnya?

Apakah ia masih membela masyarakat ketika tidak ada keuntungan politik yang bisa diperoleh? Dari sikap semacam itu, keberpihakan seseorang jauh lebih mudah dibaca daripada dari banyaknya pernyataan di media sosial.

IMG-20260829-WA0006

Putusan MK memberikan ruang yang lebih jelas bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik. Ruang tersebut tentu harus digunakan dengan tanggung jawab.

Kritik harus berdasarkan fakta dan tidak berubah menjadi fitnah atau serangan pribadi.

Namun pemerintah juga perlu memahami bahwa kritik tidak selalu berarti permusuhan.

Baca Juga:  Meneladani Rasulullah SAW Ditengah Krisis Keteladanan Generasi

Tidak semua orang yang mengkritik pemerintah sedang mencari panggung dan tidak semua kritik berasal dari lawan politik.

Kadang memang ada kebijakan yang perlu diperbaiki. Masyarakat pun tidak harus memilih menjadi pendukung atau penentang pemerintah secara permanen. Kita bisa mendukung kebijakan yang benar dan mengkritik kebijakan yang keliru.

Hal ini terutama penting bagi mereka yang sudah berada dekat dengan kekuasaan. Jabatan, pekerjaan, proyek, akses atau hubungan politik tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan keberanian untuk mengatakan bahwa pemerintah sedang keliru.

Baca Juga:  Guru Menunggu Kepastian, MBG Mendapat Prioritas: Ke Mana Negara Membawa Pendidikan?

Pemerintah justru membutuhkan orang yang dapat menyampaikan keadaan sebenarnya, bukan hanya orang yang selalu memberikan pembenaran.

Sebaliknya, masyarakat juga harus berhenti menganggap semua pendukung pemerintah sebagai oportunis.

Banyak orang mendukung pemerintah karena memang percaya pada kebijakannya.

Tidak semua pengkritik pemerintah juga otomatis benar. Yang perlu diperhatikan adalah apakah sikap seseorang tetap konsisten ketika kepentingannya berubah.

Kalau pemerintah benar, katakan benar. Kalau salah, katakan salah. Jangan mengubah ukuran hanya karena posisi politik berubah atau karena ada keuntungan yang sedang dinikmati.

Baca Juga:  Saatnya Jemput Bola, Jangan Tunggu Disorot, Apalagi Nanti Viral

Dan jangan menggunakan penderitaan masyarakat sebagai bahan untuk mendapatkan perhatian ketika sedang membutuhkan suara, jabatan atau kekuasaan.

Putusan MK telah memberikan ruang hukum yang lebih baik bagi kritik terhadap pemerintah.

Pemerintah harus siap mendengar, masyarakat harus berani berbicara, dan orang-orang di sekitar kekuasaan harus mampu membedakan antara mendukung kebijakan dengan membela kepentingan sendiri.

Negara tidak membutuhkan orang yang selalu mengatakan pemerintah benar. Yang dibutuhkan adalah orang yang masih berani mengatakan salah ketika memang salah, termasuk ketika kejujuran itu membuat dirinya tidak lagi dekat dengan penguasa. *