LUWUK TIMES, Banggai — Komitmen untuk merawat sejarah, budaya, dan kepedulian sosial di Sulawesi Tengah terus digaungkan oleh Andhika Mayrizal Amir, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah.
Dalam momen krusial pelantikan Pengurus Yayasan Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, Kabupaten Banggai, Senator muda ini menyampaikan ajakan mendalam agar yayasan tersebut dapat bertransformasi menjadi “rumah pengabdian” yang nyata dan langsung dirasakan kehangatannya oleh masyarakat.
Bagi Andhika, agenda pelantikan ini melampaui sekadar prosesi seremonial semata. Ini adalah momentum emas untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Syukuran Aminuddin Amir, Raja Banggai terakhir yang dikenal atas jiwa kenegarawanannya saat memimpin transisi sistem pemerintahan tradisional menuju Indonesia modern.
“Beliau membuktikan bahwa pemimpin sejati tidak diukur dari besarnya kekuasaan, tetapi dari kebesaran hati dalam mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Karena itu, nama Syukuran Aminuddin Amir bukan hanya dikenang sebagai raja, tetapi juga sebagai negarawan daerah yang mewariskan nilai pengabdian, persatuan, dan keikhlasan,” tegas Andhika dalam pidatonya yang penuh inspirasi.
Filosofi “Rumah” yang Bermanfaat
Dalam menyuarakan arah gerak yayasan ke depan, Andhika menyajikan analogi puitis namun pragmatis tentang sebuah rumah. Menurutnya, rumah yang bermakna bukanlah bangunan yang paling megah atau bertembok paling tinggi, melainkan rumah yang membawa ketenangan dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menggambarkan yayasan layaknya rumah idaman. Pertama, halamannya bersih dan ramah bagi lingkungan. Kedua, terasnya menjadi ruang diskusi dan bertukar gagasan. Ketiga, dapurnya aktif berbagi manfaat kepada tetangga yang membutuhkan.
Keempat, ruang didiknya melahirkan generasi muda berbudi pekerti tinggi. Dan kelima, menjadi tempat pertama yang dituju ketika masyarakat sekitar menghadapi kesulitan.
“Rumah seperti itulah yang selalu hidup dalam ingatan masyarakat. Bukan karena bangunannya paling megah, tetapi karena manfaatnya paling besar,” ujar Andhika.
Ia menekankan agar Yayasan Syukuran Aminuddin Amir senantiasa membuka pintunya lebar-lebar bagi siapapun yang ingin belajar, menjaga akar sejarah dan budaya Banggai, membina generasi muda, serta memperkuat kepedulian sosial daerah.
Ukuran Keberhasilan Adalah Impact Nyata
Sebagai wakil rakyat Sulawesi Tengah di tingkat nasional, Andhika menggarisbawahi pentingnya dampak berkelanjutan (sustainable impact).
Keberhasilan sebuah organisasi sosial tidak dapat diukur sekadar dari kemewahan fasilitas atau banyaknya daftar kegiatan bulanan, melainkan dari seberapa luas senyuman dan harapan yang berhasil ditumbuhkan di tengah warga.
“Ukuran sebuah rumah bukan seberapa luas halamannya atau seberapa tinggi temboknya, tetapi seberapa banyak orang yang merasakan kehangatan ketika berada di dekatnya. Begitu pula sebuah yayasan. Keberhasilannya diukur dari berapa banyak masyarakat yang terbantu dan berapa banyak harapan yang berhasil ditumbuhkan,” tambahnya.
Melalui dorongan kepemimpinan Andhika Mayrizal Amir, pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi lintas elemen, mulai dari pendidikan, pelestarian cagar budaya, hingga pemberdayaan generasi muda Banggai.
Menutup pesannya, Andhika memberikan selamat serta doa bagi seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.
“Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya, menandai era baru pengabdian Yayasan Syukuran Aminuddin Amir bagi kemajuan Sulawesi Tengah. *
