Advertising

Proyek Air Bersih di Desa Sayambongin Kecamatan Nambo Dipolitisir

Sofyan
Kades Sayambongin Ruslan Polopa saat bertandang ke sekretariat PWI Banggai, Selasa (02/01/2024). (Foto: Sofyan Labolo Luwuk Times)
A-AA+A++

LUWUKTIMES.ID— Proyek air bersih di Desa Sayambongin Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai dipolitisir.

“Di masyarakat dipolitisir,” kata Kades Sayambongin kepada sejumlah wartawan, bertempat di Sekretariat PWI Banggai, Selasa (02/01/2024).

Ruslan Polopa menjelaskan, program air bersih Desa Sayambongin, tahun anggaran 2023 tak dapat dilanjutkan. Alasan dia, ketika diteruskan, maka beresiko.

Baca Juga:  Kecerobohan Buka Pintu Mobil Sembarangan Makan Korban, Pengendara di Batui Kritis

“Tak dapat dilanjutkan, karena berisiko,” ucap Kades Sayambongin.

Penegasan ini disampaikan Ruslan, lantaran adanya desakan agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sayambongin, mengaudit keuangan Pemerintah Desa Sayambongin, terhadap program air bersih.

Ruslam menjelaskan, pekerjaan air bersih, sudah dicairkan ke PPK dan bendahara. Namun, setelah pelaksanaan terjadi kemahalan harga.

Baca Juga:  Aroma Menyengat Truk Kondensat Bikin Mual, Kadis Lingkungan Hidup Banggai Siapkan Sidak

Pengadaan pipanisasi yang mencapai 50 batang hanya bisa diadakan 30 batang saja.

“Lebih baik di silpa kan dari pada dicairkan,” kata Ruslan yang saat bertandang ke markas PWI Banggai didampingi Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Banggai, Ridwan Polopa, yang tidak lain adalah saudaranya.

Baca Juga:  Hasil Lab Tak Kunjung Buka, Kuasa Hukum Warga Mayayap Sindir Untad Lebih Pilih Minta Arahan Gubernur Dibanding Buka Fakta Limbah B3

Dipolitisir

Ia mengaku kuawatir jika tetap dilanjutkan, selain kemahalan harga juga mepetnya waktu. Bahkan muncul kekuatiran Ruslan, jika tetap dikerjakan, maka program air bersih hasilnya tidak maksimal. Itu lantaran waktunya yang sangat pendek berakhir tahun anggaran Desember 2023.

Example 120x600